Selasa, 05 April 2011

TEORI PEMBANGUNAN


MATA KULIA TEORI PEMBANGUNAN
1.       Pendekatan Teori pembagunan :
a.       Diachronis (Chrono = syncronis= pendekatan sejarah :
ü  Growth paradigm, Social idikator paragigm, Basic need paradigm, Neo – economic paradigm, Redistribution to growth, Eco- development paradigm.
b.      Taxonomies Perspective (Kategorisasi paradigm pembagunan yang ada
ü  Equalibrum Model (Talcoth Person) : Psychodynamic, Behavioralism, Dualism, Diffusionis
ü  Conflict Model : Structuralis Marxis (dependensi), Structuralis Non – Marxis (Raul Prebbisch) 
2.       Development is the societal planned change :
a.       Konsep pembangunan buka monopoli atas Negara2 dalam kategori sedang membangun (developing countries), b). perubahan (change ) yang disengaja (untuk itu direncanakan) dari suatu kondisi kearah yang lebih baik, c). pusat perhatian dari suatu aktifitas pembagunan adalah manusia. d). pembagunan ditujukan untuk memanusiakan manusia, e). karena itu didalam proses The Plan Social Change, memerlukan keseimbangan atas pengaruh paradigm pembagunan yang ada.      
3.       Implementasi diindonesia menganut linier theory : WW Rostow yang membagi tahapan pembagunan: 1). Pre Condition to take of, Take of, self Propeling Growth, Drive to Maturity, HinghMass Consumption. Dengan penggerak utama sector industry manufacture. Mengandalakan hutang luar negeri.
4.       Growth Paradigm : a). ukuran keberhasilan pembagunan adalah pertumbuhan ekonmomi, b). dilakukan melalui akumulasi modal, dengan demikian social necessity merupakan keharusan yang tidak bias dihindarkan dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yg setinggi2nya, c). pemeratan hasil pembagunan dicapai dengan strategi putting out system yang mengandalkan konsep, tricle down effect.
5.       Untuk memacu pertumbuhan industry Negara memerlukan pinjaman lunak (sof loan): 1). Janka waktu (15 tahun), 2).Bunga rendah (3%), 3). Tidak ada ikatan secara politik , Negara – Negara donor tergabung dalam : IGGI, CGI, dengan dukungan lembaga keuangan internasional: IMF, IDB, WB dll.
6.       Basic Need Paradigm : ukuran keberhasilan pembangunan dengan menggunakan idikator kesejahteraan social (social indicator) yang dikembangkan dari model PQLI : PQLI terdiri atas : a). Infant Mortarity Rate (IMR), b). Life Expectancy c). Functional literacy.
7.       Gender Disaggregated : pemisahan indicator demiensi kesejahteraan berdasarkan jenis kelamin , Gender : suatu konstruksi social yang menentukan kedudukan, status dan peranan wanita disbanding laki – laki, Indikator kesejahteraan wanita (BPS).
8.       Basic Need Paradigm : a). pembagunan terfokus untuk memnuhi kebutuhan pokok, hal ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa banyak diantara manusia yang tinggal dimuka bumi hidup dalam kondisi kemiskinan, b). pemenuhan kebutuhan pokok merupakan HAM, c). Tokoh2 Basic Need Paradigm : Dr. Moh. Hatta: Pemenuhan kebutuhan pokok merupakan salah satu strategi untuk mewujudkan keadilan social. Gunnar Myrdall : kebutuahan pokok merupakan selfactualization, Kebutuah pokok terdiri atas = a). kebutuhan konsumsi keluarga (sandang, pangan, papan, pendidikan) b). Kebutuhan Komunitas (infrastruktur dan sarana/fasilitas umum) , Dudley Seers : keberhasilan pembagunan diukur dengan tiga komponen: 1). Apa yg terjadi dengan kemiskinan, ketimpangan, pengangguran,  Mahbub UI Haq: a). Catching  Fallacy : Negara2 berkembang yg menggunakan ukuran keberhasilan pembagunan berkblat pada Negara maju, merupakan usaha mengejar ketertinggalan yg palsu.  untuk itu Negara berkembang harus mengembangkan Development – Style yang berbeda dengan Negara maju. Yaitu dengan memusatkan perhatian pada 50% penduduk termiskin dgn prioritas utama penciptaan lapangan pekerjaan, strategi pembagunan untuk mengatasi kemiskinan relative (bukan kemiskinan absolud).
9.       Earth Summit : Kesadaran akan paradigm piker our common future, dilahirkan dalam Earth Summit di rio De Jeneiro dan dilanjutkan di Kyoto jepang yang melahirkan Protokol Kyoto, yaitu komitmen dunia untuk menguragi lubang ozzon sekitar 5% pada tahun 2005.
10.   Eco Development Paradigm : Orientasi pembagunan yang mengarah pada affluent Sosciety dan kegagalan mengatasi kemiskinan dunia mengakibatkan deteriorasi ekologi: 1). Kerusakan lapisan tanah, 2). Desertifikasi, 3). Acid rain, 4). Green Haouse effect, 5). Global warning.
11.   Tiga Pandangan terhadap Eco Development Paradigm: 1). Pandangan berwawasan pesimis: dipelopori oleh Massachusset Instutute of Technology (MIT) dan Club of Rome, World Dynamic Model yang mendasarakan diri padad exponential theory (Neo Malthusian): Robert Maltus : Theroi deret ukur untuk keterbatasan sumber daya bumi, Theori deret hitung untuk pertumbuhan penduduk dan modal,  2). Optimis : dipelopory oleh Sussex University, The Model of Doom yang diperkirakan oleh MIT merupakan ketakutan yang berlebihan, MIT sekedar mengintegrasikan variable manusia dalam arti demografinya dan tidak memperhitungkan kulitas manusia, Kualitas manusia mampu mengatasi berbagai masalah yang terjadi diplanet bumi, dengan berbagai temuan2 dalam bidang teknologi dan rekayasa, tidak perlu membatasi pertumbuhan khususnya pertumbuhan model, alternatif untuk mengatasi keterbatasan bumi dibanding dengan pertumbuhan penduduk dan modal: 1). Memperlambat pertumbuhan penduduk 2). Menerapkan pola hidup “small is beautiful” plain living high thinking. Mit dan Club Of Rome memperkirakan akan terjadi Break Down System (Dunia Kiamat) bila dua hal tersebut tidak dilakukan. Limit to growth = Batas pertumbuhan = tresshold   3).Pragmatis/Realistis : ada batas2 pertumbuahn yg dapat merusak ligkungan hidup, akan tetapi disis lain dunia masih memerlukan pertumbuahn  ekonomi (growth imperative) untuk mengatasi masalah kemiskinan. Oleh karena itu masalah yg dihadapai bukan The limits to growt, tetapi bagaimana menciptakan The Growth to limits. , Strateginya : Tehnologi bahan sintetik, daur ulang, Tekhnologi hemat energy, monitoring kandungan mineral dunia, monitoring lingkungan. Pandangan Pragmatis/ Realistis tersebut kemudian dikenal dengan paradigm Sustainable Development yang diadopsi dari Earth Summit di Rio De Jeneiro Brasilia.
12.   Human Centered Development : pembagunanmerupakan usaha untuk memanusiakan manusia. manusia yang multidemensi, beradap dan berbudaya. Tokoh2 :
a.       Dennis Goullet : mengusulkan agar pembagunan nasional berorientasi pada 3 hal : Life Sustenance; mencukupi kebutuahn hidup untuk survival sesuai dengan harkat dan martabat manusia, Self esteem; kemuliaan diri, Liberation; kebebasan dari dominasi individu / orang lain.
b.      Alberto Gueneiro Ramos : telah terjadi dehumanisasi manusia Manusia terkonversi dari fitrahnya sebagai mahkluk meultidemensional kedalam deimensitunggal. Nilai manusia ditentukan oelh kontribusinya sebagai utility maximalizer, Terjadi dominasi pasar atas manusia, pembagunan harus menjadikan model masyarakat isonomy. Masyarakat Isonomy : - pasar hanya merupakan satu enclave dari relitas social yg multisentrik, sedangkan individu hanya secara kebetulan menjadi Utility maxmalizer. – Hakekat manusia sebagai  mahluk yg dapat mengatur drinya untuk dapat mengambil bagian dalam berbagai macam kegiatan yg terjadi dalam enclave – enclave lain (politik, seni, religi, social, olahraga).
c.       Ivan lllich : Industriliasasi dengan  produksi  teknologi canggih telah mengamputasi manusia sebagai kodart mahluk yg sempurna sebagai kodart mahluk yg sempurna, dominasi teknologi atas manusia berkembang kearah perbudakan manusia oleh tehnologi. Fungsi mesin / tehnolodi berubah dari sekedar alat menjadi tujuan dari pembagunan:
Dominasi tehnologi atas manusia ditunjukan : Tehnologi telah mengakibatkan ketidak berdayaan manusia , Tehnologi telah membatasi mobilitas (ruang gerak) manusia, sehingga mendevaluasi fingsi kaki, Tehnologi telah ikut menentukan posisi manusia dalam statifikasi social, Tehnologi telah melakukan enforced obsolescene (kesewengan yg dipaksaan) manusia ditentukan oleh benda /tehnologi yg dimiliki,
Model Masyarakat Convivial : masyarakat yg terbebas oleh dominasi tehnologi, interaksi manusia merupakanrefleksi interdependensi yg didasarkan atas nilai2 etika
d.      PAUL  FREIE : melahirkan pemikiran education for critical consciousness,  akibat system formal yg selama ini kembangkan berdampak pada terkanverikannya manusia dari fitrah hakiki, Fenomena yg terjadi : - hilangnya a. sense of historicity. Manusia terjebak pada keinginanyg abadi, Terjadi adaptive being (manusia dipaksa untuk beradaptasi dengan lingkungannya) , Manusia menjadi Passive spectore, Manusia menjadi  Mahluk assisteancialism (tidak dapat berbuat apa2 bila tidak ada asistensi/ bantuan dari pemerintah ), Tercipatanya Mutism (The Stlence culture), menjadikan manusia tidak bias berpikir sehingga mudah dimana/ diatur (Massification unthinking manageable  agglomeration).
Critical conseciousness gerakan kesadaran untuk melakukan otokritik esitensi diri manusia sehingga pendidikan yg dijalaninya bertujuan untuk memanusiakan manusia.
13.      Determinan Psikologis Kinerja Pembagunan: Kinerja Pembagunan keberhasilanya dipengaruhi oleh factor psikologis individu. Ada dua paradigm :
a.       Paradigma Psikodinamika : factor Psikologis sebagai penentu keberhasilan pembagunan. Faktor Psikologis terbentuk sejak manusia masih dalam kandungan
b.      Paradigma Behavioralis : factor Psikologis penentu keberhasilan pembagunan dapat berkembang hingga mencapai usia dewasa, hal demikian sangat bergantung pada aspek lingkunga, dan budaya yg berpengfaruh terhadap pertumbuhan manusia tersebut untuk menjadi dewasa 
14.   David MC Clelland (The Activity Society): Keberhasilan pembgunan banyak ditentikanoleh berkumpulnya orang2 yg memiliki kualitas psikologis yg baik , NeedFor Acievement =  N- Ach adalah dorongan untuk maju dan berprestasi. Kepuasan seseorang yg memiliki N- Ach Tinggi bukan ditentukan status/ situasi dan materi yg dicapai, tetapi kepuasan yg berasal dari kerja keras, dan perjuangan dalam proses pencapaian sesuatu tadi. N- Ach yang ada pada diri manusia terbentuk pada usia prenatal hingga balita (Critical Formative Years), dalam Critical Formative Years any environment aleaning environmental, N- Ach bukan ditentukan oleh factor keturunan
15.   Untuk menumbuhkan N-Ach (David MC Clelland): memisahkan anak2 dari lingkungan keluarga yg kurang baik, dan menempatkanya dalam kam2 yg dilingkunganya diciptakan sedemikian rupa sehingga mampu membentuk pertumbuahan N- Ach yg baik. Dengan meningkatkan pengetahuan para ibu dan keluarga untuk dapat mendidik anak2 mereka yg mampu merangsang pertumbuhan N-Ach dgn baik.
16.   Paradigma Behavioralis (Alex Inkelis) : Becoming Modern, keberhasilan pembagunan dapat dicapai bila ada institusi2 dan individu2 modern, Ciri2 modern ; disiplin, kemampuan untuk beradaptasi, rasional, inovatif, dan kreatif, toleransi terhadap perbedaan pendapat, impersonaldan impartial, Sifat modern tidak bias dihafalkan muncul dari budaya agraris yg feudal. Harus ada keberanian untuk melakukan perombakan kearah liberation, transformasi kepada sifat2 modern secra aktif. Sifat modern bukanlah warisan tetapi terbentuk yg dilampuisejak balita dalam Pan Human Fenomena , lepas dari batas budaya. 70% orang yang bekerja dilembaga modern akan menjadi modern, dan hanya 2% dari mereka yg menjadi modern tidak bekerja dilembaga modern, Karakter pribadi bukan sekedar terbentuk diusia dini saja.
17.   Peranan ibu dalam mendukung keberhasilan pembagunan : Role model bagi si anak, Gratifies of the need (profesionalitas), Stimulator tumbuh kembang bagi anak, pembentuk self cocept= - pengalaman pribadi anak akan mempengaruhi anak , - . apa yg dikatakan lingkungan terhadap diri si anak
18.   Determinan Kultural Pembagunan : Prestasi Negara dalam membagun ditentukan oleh : aspek pertumbuhan, aspek Psikologis, Aspek Kultural. Kultural suatu bangsa bias menjadi penentu keberhasilan pembagunan.
19.   Tokoh tokoh cultural pembagunan :
a.       Clifford Geertz :  mojokuto – pare Kediri , pengelompokan struktur masyrakat agraris di jawa: Priyayi, Santri, Abangan , istilah dalam pertumbuhan : Revolusi = pertumbuhan/ perubahan yg cepat dan mendadak, Evolusi = pertumbuhan/perubahanyg terjadi secara pelan2 , Involusi = proses kemadekan/ berjalan ditempat. Involusi pad petani dijawa disebabkan oleh terjadinya peledakan pendudk. Surplus pertanian digunakan untuk menampung pertumbuhan penduduk. Hal ini menurut Geert berbeda dengan Masyarakat Petani Jepang, yg mengalokasikan surplus bidang pertanian untuk investasi sector lain diluar pertanian. Petani Indonesia mengalami involusi, tetapi Jepang mengalami revolusi. Geertz berkesimpulsn  bahwa : factor budaya menentukan keberhasilan pembagunan suatu bangsa
b.      Prof. Boeke :  Kegagalan Politik Etis (balas budi) Pemerinta Hindia Belanda adalah kesalahan didalam melihat aspek budaya masyarakat. Pemerintah Hindia Belanda Berpandangan bahwa Budaya masyarakat Indonesia Homogen.
Paradigma pembagunan Dualistik (Dualisme). : - ada Trade off didalam pelaksanaan pembagunan didalam karakter system beragam, - Sistem social asing dan system social asli mengalami perbentukan sehingga akan terjadi losting (suatu sub stem tidak aka menjadi sub system yg lain). – Terjadinya penetrasi social asing (kapitalisme internasional) menciptakan enclave (kantung) kapitalisme ditengah2 masyarakat pra- kapitalisme. – Terjadinya Masyarakat dualistic dimana masyarakat yang satu tidak akan menjadi masyarakat yang lain.
c.       Benyamin Higgins : Dualisme system social bukanlah persoalan dialisme sosiologis (Boeke), tetapi dualism teknologis, sehingga perlu pemilihan system ekonomi yg berbeda orientasi:  Padat modal (kapitalis), padat karya (pra kapitalis). Culture dapat dijadikan modal pembagunan : - Shame Culture ( budaya malu) orang bekerja keras karena malu miskin.- Guilt Culture (budaya salah)semangat kerja keras muncul sebagai dampak dari rasa bersalah, - Nurani : Index = Referensi salah /benar, Judex= kebimbangan melakukan sesuatu, Findex = konsekwensi atas sebuah perilaku.
d.      Prof. Harry Oshima : Pertumbuhan ekonomi Negara2 Asia yg bervariasi, disebabkan oleh factor budaya : - Asia Timur : memilki pertumbuhan yg tinggi, - asia Tenggara memilki pertumbuhan yg sedang, -- Asia Selatan memilki pertumbuhan yg rendah., Pertumbuahan ekonomi kapitalis di Eropa didorong oleh Budaya kaun Couvinist (Kristen Protestan) yg berpandangan bahwa kerja keras dan kemakmuran adalah bentuk persembahan kepada Tuhan. Orang2 Asia timur memilki pertumbuhan Ekonomi yg tinggikarena menganut ajaranberbasis Khong Hu Chu.       
20.   Ciri – ciri Confucianism : 1). member tempat yg utama bagi pendidikan, 2). Dorongan yg amat kuat untuk meningkatkan ketrampilan, baik kademik maupun diluar kultur. 3). Keseriusan dalam penilaian tugas, kewajiban dan kerja,4). Kultur Konflusius mendidik bertanggung jawab, kerja keras, dan skill full dan mendorong ambisi yang creative dalam mendukung kesuksesan kelompo, 5). Tidak bersifat Self Vice(menggunakan driri sendiri), 6). Mempunyai kemampuan untuk melaksanakan kegiatan2 organisasi yg bersifat komunal, 7). Adanya rasa komplementaritasdalam hubungan kerja antar sesama, 8).sama rata dinamis, 9)Sifat loyal, dedikasi, komitmen, identifikasi dengan organisasi.            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saran dan Komentar ada kami tunggu........